Rabu, 30 Desember 2015


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Untuk Melodi
deretan kata ciptakan harmoni
lagu untukmu
Melodi
bernyanyi terus bernyanyi
melodiku abadi disini
jangan menangis, terbanglah
kau bahagia bersama-Nya
hingga saatnya tiba
kan terus bernyanyi
Melodi tetaplah melodi

        Meski raganya telah lama pergi, namun aku tak bisa sepenuhnya berpaling. Senyum yang selalu menjadi kekuatanku masih jelas terpatri dalam benak ini. Bagiku dia akan tetap hidup disini, dihati ini.
“Udah siap?” tanya sepupuku Raka. Aku mengangguk memberi jawaban dan mengikutinya. Hari ini tahun kedua setelah kematian Melodi. Setiap tahun aku dan keluarga biasa mengunjungi makamnya untuk berdoa.
        Suasana di makam masih sama seperti saat pertama aku datang untuk mengantar Melodi ke peristirahatannya yang terakhir. Masih terlukis jelas bagaimana orang-orang itu menurunkan jenazahnya yang kaku kedalam liang, dan menaburi bunga diatasnya. Aku bahkan bisa melihat diriku yang kala itu tak kuasa menahan rasa yang terlampau sakit. Dan tak mampu berpikir jernih karenanya. Kesedihan yang teramat dalam menggelayut bagai bayangan hitam di ujung senja. Aku harus merelakan Melodiku kembali kepada penciptanya.
                                                                              ***

        Melodi sangat menyukai musik, ia pandai memetik gitar dan bermain piano. Katanya musik adalah bagian yang tak bisa lepas dari jiwa manusia. Baginya dunia tanpa musik bukanlah dunia, melainkan hanya sebuah ruang hampa. Akupun tak pernah bisa lepas dari musik. Karena kisahku juga berawal dari musik.

        Empat tahun lalu, aku mendapat kehormatan untuk menyambut tamu penting dari luar negeri yang berkunjung ke kotaku. Karenanya aku diminta menjadi salah satu pengisi acara welcoming party tersebut. Tidak hanya murid-murid dari sekolahku saja ternyata, banyak siswa berbakat dibidang seni lainnya yang ikut menyemarakkan acara. Dua minggu sebelum hari H, aku dan yang lainnya berlatih di studio musik yang disediakan panitia. Aku datang membawa gitar kesayanganku. Nampaknya, belum ada yang datang. Karena masih harus menunggu yang lainnya, kuputuskan untuk melihat-lihat studio tersebut. Studio itu nampak asri dengan cat hijau yang menyelimutinya.
        Denting merdu piano menggali rasa ingin tahuku. Dia tidak hanya bermain piano, namun juga bernyanyi. Mungkin dia sedang berlatih untuk acara dua minggu kedepan. Suaranya yang lembut dan berkarakter sangat selaras dengan denting merdu piano yang ia mainkan. Lagu If I Ain’t Got You milik Alecia Keys membuai telinga dan hatiku. Siapa pemilik suara merdu itu?
        Kulihat seorang gadis duduk di bangku piano, tangannya sangat lihai dengan tuts-tuts hitam putih itu. Ku hampiri musisi misterius itu dengan hati-hati. Aku takut mengganggu konsentrasinya dalam bermusik. Kagum, kuperhatikan gadis itu dengan seksama. Sesaat setelah dia menyelesaikan lagunya. Aku bertepuk tangan dan memujinya. Dia cukup terkejut dengan kehadiranku, namun dia tersenyum dan berterima kasih. Cantik. Suaranya benar-benar sesuai dengan wajahnya. Kekaguman itu semakin menjalari hatiku. Akupun berkenalan dengannya. Melodi benar-benar nama yang sangat cocok untuk dirinya.

        Setelah perkenalanku dengannya waktu itu, hubungan kami menjadi lebih dekat. Aku semakin sering bertemu dengannya. Kita sering menghabiskan waktu berdua untuk bermain musik dan pergi jalan-jalan. Bakat musiknya sungguh mengagumkan. Dan pertemuan-pertemuanku dengannya membuatku merasa kagum yang berbeda. Rasa itu membuatku selalu ingin bertemu dengannya. Lambat laun aku sadar bahwa aku mencintainya.

        “Hari ini kita mau kemana?” tanyanya suatu sore. “Kemana ya? Oh iya, kamu mau nggak nemenin aku buat nyari kado buat kakakku. Lusa dia ulang tahun. Aku males pergi sendiri,” kataku. Aku sempat merasa dia sedang menimbang-nimbang keputusan. “Oke, mau pergi jam berapa?” tanyanya. “4 aja, nanti aku jemput kamu di rumah,” kuputuskan untuk pergi pukul 4 sore nanti. Rasanya tak sabar untuk melihat wajahnya lagi.
        Tepat pukul 4 aku tiba dirumahnya, dia mengenakan stelan dengan bolero dan celana jeans panjang. Dia tersenyum riang menghampiriku layaknya anak anjing yang menerima tulang dari induknya. Setelah berpamitan, kamipun bergegas pergi.
        Aku begitu bangga setiap kali berjalan disampingnya. Raut wajahnya yang cantik dan ceria membuatnya menjadi perhatian orang-orang sekitar. Aku pun tak henti-hentinya merasa kagum dan sering mengamatinya diam-diam. Kami berjalan berkeliling, dan memutuskan untuk singgah ditoko baju di mal tersebut. Dia membantuku memilih baju untuk kakakku. Kebetulan ukuran badannya hampir sama dengan  Melodi. Jadi dia kujadikan sebagai modelnya. Dia mencoba semua baju yang  kurekomendasikan. Dia terlihat sangat cantik, aku sempat kehilangan kesadaran saat menatapnya. Aku sungguh merasa malu saat dia menegurku untuk tidak menatapnya lekat-lekat.
        Selesai membeli kado, kami bingung akan kemana. Lalu dia menyeretku memasuki sebuah photobox dekat dengan toko baju tadi. Kami berpose konyol saat difoto. Dan saling tertawa begitu melihat hasilnya. “Lihat deh Mel, muka kamu jelek banget,” cibirku padanya saat kami makan disebuah cafe masih di mal tersebut. Dia langsung menekuk muka dalam-dalam. Aku tergelak melihatnya. “Lihat ini, aku cakep ya?” kataku memuji diri sendiri. “Ah, itu sih karena mesin fotonya aja yang kualitas gambarnya bagus. Kalo aslinya kamu sih,” dia menggunakan kedua tangannya yang ia bentuk menyerupai sebuah frame untuk mengukur wajahku. “oh ya ampun. Kok bisa ada Tom Cruis disini, tapi versi Tom and Jerry sih,” dia tergelak sendiri. “Enak aja!” kami mengabiskan waktu dengan  membahas  pose-pose kami difoto. Dia memberiku 3 foto, dan dia simpan 3 foto lainnya. Pukul 8 aku mengantarnya pulang.
                                                                               ***

        Dua hari kemudian kuputuskan untuk menyatakkan perasaanku padanya. Aku menyanyikan sebuah lagu milik Cody Simpson-Angel dengan gitarku. Awalnya dia sempat terkejut, namun dia terlihat gembira. Dan beberapa menit setelahnya, aku dan Melodi resmi berpacaran. Kurang lebih 2 tahun lamanya hubungan itu terjailn. Meski sempat putus-sambung beberapa kali, toh akhirnya hati itu kembali bertaut.
        Aku selalu berharap bisa terus bersamanya selamanya. Namun perasaan takut kehilangan muncul saat dia berkata padaku “Damar, nanti kalo aku pergi. Kamu baik-baik ya disini. Jangan kebanyakan main. Kasian mama kamu sendirian di rumah,” katanya waktu itu. “Emang kamu mau pergi kemana? Kamu kok tega sih ninggalin aku sendiri disini,” protesku padanya. “Aku juga nggak mau Dam, tapi suatu saat nanti kita bakal ketemu kok disana,” dia tersenyum begitu manis. “Oke kamu tenang aja, aku bakal sering-sering jengukin kamu disana. Tapi seberapa jauh kotanya? Luar negeri? Kalo luar negeri aku nggak mungkin bisa sering sering jengukin kamu. Bisa tekor nanti,” aku mengucapkannya dengan candaan. Tapi dia tidak tersenyum kali ini. Aneh. “Dam, kamu cari cewek lain aja ya. Aku nggak mau  bikin kamu sedih seandainya aku pergi nanti,” ucapannya sudah sangat ngelantur. Tidak biasanya Melodi seperti ini. Ada apa? “Jangan ngaco deh, kamu kenapa sih? Ada masalah? Cerita aja,” dia terdiam. “Nggak kok, nggak papa. Pulang yuk udah sore nih. Aku kangen rumah,” kamipun pulang dengan hatiku yang masih khawatir pada Melodi.
        Sore itu jalan cukup ramai, aku mengendarai motor dengan Melodi membonceng dibelakang. Sepanjang jalan perasaanku benar-benar buruk. Aku takut sesuatu akan atau telah terjadi pada Melodi yang membuatnya pergi dariku. Kekhawatiran itu membuatku tidak konsen dalam berkendara. Aku tidak melihat truk besar didepanku. Aku mencoba menghindari truk tersebut. Namun naas, saat aku sudah berhasil menghindari truk, didepanku melaju sebuah mobil Suzuki SX4  dengan kecepatan tinggi, dan menabrak motorku, menyeretnya sejauh 7 meter. Aku  terpental sejauh 3 meter. Melodi, aku mencari-cari keberadaannya.  Aku menemukannya bersama motorku, kakinya terjepit mobil. Aku mencoba berdiri, namun gagal. Kulihat orang-orang berlarian, lalu semuanya gelap.

        Aku tersadar ketika aku sudah terbaring di rumah sakit. Lukaku tidak terlalu parah. Yang kupikirkan pertama kali adalah Melodi. Apa dia baik-baik saja? Aku mencoba bangun dan mencari Melodi. Selang infus kutinggalkan begitu saja. Kamar Melodi berjarak beberapa kamar dari kamarku. Melihat kondisinya saat ini, membuatku takut. Aku takut dia benar-benar pergi ketempat yang tak bisa kuikuti. Kata mamanya yang kebetulan disana, Mel sempat kritis tadi malam. Namun sekarang masa kritisnya lewat sudah. Aku cukup lega mendengarnya.
        Satu jam kiranya aku hanya duduk menatap wajahnya. Aku takut tidak bisa melihat wajah itu lagi. Tak lama Melodi membuka matanya dan tersenyum. Aku lantas memanggil mama Melodi dan dokter. Rasa takut itu sirna saat melihatnya bangun kembali. Dengan terbata-bata, Melodi memintaku bernyanyi untuknya. Aku mengambil gitar disudut ruangan yang dibawa Adit, kakak laki-laki Melodi. Ku petik gitar itu dan mulai bernyanyi. Lagu yang kuciptakan untuk Melodi.

Kau yang pertama mencuri hati dengan lagu
Merdu merasuk kalbu
Kau yang pertama memberi cinta
Indah bagai surga

Denting piano kerap membuatku teringat
Betapa lihai jari kecilmu menari disana
Alunan musik selaraskan jiwa
Hilang nestapa, bahagia

Ingin ku genggam tanganmu
Menari mengikuti musikku
Bernanyi lalala damdamdam
Lantunkan lalala rapampam

Kau yang pertama mencuri hati dengan lagu
Merdu merasuk kalbu
Kau yang pertama memberi cinta
Indah bagai surga
Wajah itu yang selalu hadir
Senyum itu  membuatku berdesir
Kau yang pertama dan terakhir

        Dia menangis dihadapanku, tersenyum dan bertepuk tangan. “Itu lagu buat aku?” aku mengangguk memberi jawaban. “Makasih,” aku menyeka air matanya. Kini aku benar-benar yakin, omongannya kemarin hanya lelucon konyolnya saja. “Aku mau tidur, kamu disini aja ya. Jangan pergi,” katanya. “Aku bakal selalu nemenin kamu. Kamu tidur yang nyenyak,” diapun terlelap tak lama kemudian. Beberapa menit kemudian suster masuk untuk mengecek dan memberi obat. Aku melihat raut wajahnya yang khawatir. Dia pergi memanggil dokter. Ada apa? Apa ada sesuatu yang terjadi pada Melodi?
        Tak lama dokter memasuki ruangan dan memeriksa. Dia bertanya padaku berapa lama Melodi terlelap. Aku menjawab sesuai kenyataaan, “Dia terlelap setelah mendengarkan laguku,” dan jawaban dokter sungguh membuatku sesak napas. “Mungkin dia ingin mendengar lagumu terakhir kali sebelum dia pergi. Kau bersabarlah,” ya Melodi menghembuskan napas terakhirnya setelah mendengar laguku. Kini dia benar-benar pergi. Aku tak mampu menahan sakit yang teramat dalam. Aku tak pernah berpikir bahwa lagu itu adalah lagu pertama dan terakhir untuk Melodi. Satu yang aku syukuri, Tuhan memberiku kesempatan untuk mencintai seseorang seperti Melodi. Meski raganya tak lagi disini, melodinya tetap abadi dihati

Selasa, 01 Juli 2014

Back to Holiday !

Setelah lamanya gue ujian, akhirnya berakhir juga masa-masa sekolah gue. Jadi keinget waktu SMA dulu deh, bolos bareng-bareng temen, kegiatan ekstrakulikuler yang bejibun itu, jatuh cinta sama temen sekelas, berantem sama kakak kelas, dan disaat-saat UN yg menegangkan. Dan akhirnyaaaa gue berhasil masuk SNMPTN di Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. alhamdulillah.

And now ! The time for HOLIDAY !! yipppiieeyy!
liburan kali ini mau gue habisin di kota gue tercinta "Pemalang", mungkin karna emang gue orangnya ngangenin, baru sehari balik ke Pemalang udah ada yang ngajakin jalan nih.
gue dan juga sahabat-sahabat gue yang emang udah dipisahkan oleh jarak yang membentang selama 2 tahun ini akhirnya kangen-kangenan, peluk-pelukan gitu kayak teletubies gitu. :D kita semua (gue, kika, nia, vista) ngumpul dirumah dinda, soalnya rumah dia nih yang jarang banget kita jajah dan sekalian kita mau ngerayain ultahnya dia.
 Setelah kita semua menunaikan sholat dhuhur, akhirnya kita capcuss ke tempat tujuan. 
Tempat pertama yang bakalan kita tuju itu Buzz, Buzz itu tempat buat nyanyi-nyanyi gitu alias KARAOKE. Perlu kalian ketahui yaa, ini tempat cozy banget, nyaman, tempatnya gedhe plus luas, pelayanannya juga oke sih tapi kayaknya mas-masnya itu agak kurang pendengaran deh, masa iya kita pesen tempat pake nama 'ciul' eh ditulisnya 'ciurr' ngga nyambung yaa -...- lanjutt.
gue, dinda, sama nia nyampe duluan.
vista sama kika belum juga dateng, kita sms kata mereka lagi ambil pesenan tas. Karna kita nungguin si vista sama kika kelamaan, akhirnya kita pesen tempat.

Ngga lama kemudian si kika sama vista dateng, dan kalian tau mereka bawa apa ? mereka bawa kue yang emang udah disiapin buat si Dinda
Emang dasarnya cewe, pasti ngga bakal ketinggalan kalo disuruh pose depan kamera




itu dia hasil jepretan kameranya si vista :D

habis capek nyanyi mulu, tempat kedua kita itu SIRLO STEAK, gue baru denger sih nama ini. soalnya terakhir gue di Pemalang belum ada ini tempat.
enak sih tempatnya, tapi waktu gue kesana terus makan. makanannya ngga seenak makanan nyokap gue (yaiyalah)setelah kita kenyang makan, kita semua pulang kerumah masing2. yah cuma sampe sini aja nih jalan2 gue sama temen2. Walaupun kita udah pada kuliah, gue harap dilain waktu kita bisa jalan-jalan lagi. amiiinn o:)


Kamis, 26 Juni 2014

Petra Sihombing - Mine


PETRA SIHOMBING

Petra Sihombing (lahir di Jakarta, Indonesia, 10 April 1992; umur 22 tahun) merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia

Besar di keluarga yang dekat dengan musik, Petra tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya piawai bernyanyi, tetapi juga pandai bermain gitar dan piano. Belum lagi dukungan yang didapat dari wajah tampan dan nama besar sang ayah, lengkap sudah modalnya untuk sukses di dunia intertainment.
Bakat musik Petra sudah terlihat sejak dirinya berusia 3 tahun. Namun, setelah beranjak besar, dirinya mulai malu untuk bernyanyi, sebagai seorang bocah laki-laki. Berhenti dari menyanyi, Petra mulai bermain drum pada usia 7 tahun dan gitar pada usia 12 tahun. Setahun kemudian, dirinya mulai membuat lagu dan mengaransemen. Semua musikalitas Petra terasah dengan sendirinya bersama sang ayah.
Dukungan dari keluarga membuatnya memutuskan untuk membuat album dengan lagu dan aransemen ciptaan sendiri. Lagu-lagunya pun diambil Petra dari kumpulan lagu yang diciptakannya sejak 15 tahun.
Sayangnya tidak ada perusahaan label mayor yang mau menerimanya. Oleh karenanya, dia memutuskan untuk mengedarkan albumnya secara Indie. Oleh karenanya, sang ayah pun harus menjual mobil untuk membiayai album pertamanya ini.
Dari penjualan Indie, Petra pun 'dilamar' oleh sebuah label dan tampil di beberapa program musik di televisi. Nama, lagu, dan penampilan Petra pun mulai disukai pecinta musik Indonesia, dan lagunya Cinta Tak Kemana-Mana pun mulai populer. Saat ini Petra masih kuliah jurusan Komposisi Musik di Institut Musik Indonesia (IMI).

Minggu, 22 Juni 2014

Liblues - Trip to Peguyangan village 2011 :)

kali ini gue mau ngebloggin tentang perjalanan gue dan juga sobat-sobat gue yang abnormal ini, kejadiannya sih udah lama banget. pas jaman-jamannya kita semua SMP, yang masih ingusan tapi unyu-unyu pastinya. buat lebih lanjutnya baca aja langsung ceritanya yang gue ambil dari note salah satu sahabat gue Rizka Ayu A :)
check this out~
------------------------------------------------------------------
Sabtu, 30 April 2011

Hari ini ultahnya nyanyoot. kita semua punya rencana buat 
ngebantai dia :D. Rencananya, hari ini mau pada main ke rumah Vista di peguyangan. Sebelum hari S (sabtu) kita udah ngerencanain taktik jahat buat ngerjain nia. 1 barang wajib yang harus ada yaitu KOPI. Kenapa? karena nia nggk suka kopi, jadi kita kasih deh tu kopi. pait-pait dah lu :D
Sorry nyah, okeh lanjut..

Sehari sebelum hari S itu riweuh pisan euy artinya ribet banget. bahasa sunda tuh, gue diajarin dinda. Bingung buat rencana besok pagi. Trus gimana caranya biar nia bawa baju tapi dia nggk curiga. akhirnya otak cemerlang gue berputar, dan solusinya adalah gue bilang aja besok mo pada main ke kali (read sungai).

Akhirnya kita sepakat buat besok, dan otak jahat gue bilang supaya  jangan ada yang ngucapin ato nyinggung masalah ultah nia, anggep aja nggk ada yang ultah, biarin :P

Tepat pada hari S, semua ngumpul dirumah gue. Terus kita berangkat deh kerumah vista. Dari rumah gue, jalan kaki kedepan RS buat nyari bus. Pas mo nyampe kita sempet kelewatan, sampe om supirnya ngerem mendadak gitu deh. maap ya om. Udah sampe nih dipos ojek  apa namanya nggak tahu. Tapi belum selese sampe sini. Kita masih kudu jalan masuk kedesa. dan kalian tahu, berapa lama buat sampe kesana? 1 jam, waow amazing :D nggk lepas dari kodrat wanita yang umumnya narsis. ditengah perjalanan pada poto2 deh, lumayan kan buat koleksi :D


Nyampe rumahnya vista, langsung pada nggelosor di sofa. Kaki diangkat ke meja. Bener2 nggak ada sopan santunnya :D padahal dimeja banyak makanan + minuman. Bayangin aja tuh minuman + makanan disanding sama kaki2 para petualang :D. jarang2 ada begituan. Disitu kita cerita2, ketawa2, mana duo lola ngumpul lagi. Hadooh, kacau dah suasana. Duo lola itu gue sama dyna si tukang ngarit :D maap den, eh dyna :D

Karena di dalem panas banget, akhirnya pada keluar. Terus tiduran deh dilantai. Udah kaya pindang pesta. Mana diluar banyak orang lagi. Tapi bodo amat, kita semua tetep E-N-J-O-Y :D

Karna bosen di rumah mulu, akhirnya kita main deh ke sawah. Biarpun matahari tepat diatas, tapi no prob. Paling cuma item, lagian udah item ini :D

Pasukan dipimpin oleh Kapt. Vista. Yelah, dia kan yang paling tahu seluk beluk desanya. Pasukan berangkat dg membawa sebuah payung. padahal jelas2 panas, eh mbawanya payung. Tapi nggk papalah, itung2 buat gaya2an :D dasar koplak.

Kita udah nyampe nih di sawah. Terus kapt. bergegas mencari gubuk persinggahan. Nggak lama kita sampe di gubuk. Rasanya adeeeem bangeet.  Berasa foto model deh, rambutnya terbang2 :D. Digubuk itu kita kembali ke tujuan utama, ngeksis dg poto2 :D

 Beberapa jepretan berhasil diambil. Terus pasukan lanjut nyari tempat yang enak buat eksis lagi :D.

Tempat yang dipilih adalah pinggir jalan, enak sih adeem, cuma pinggir jalan -_- disitu kita poto2 lagi. Tukang potonya gentian diacak pake gambreng, bener2 deh :D

Sesi pemotretan sempet berhenti, dikarenakan ada pejabat lewat :D. nggk deng, cuma mobil biasa. Mereka pada ngeliatin. Kagum kali ya liat cewek2 kece kaya kita2 ini :D *pede banget lo* jurus keong racun dan bangau koplak pun dikeluarkan. alhasil, jepretannya bener2 geje :D
nggk papa guys, yang penting SERUUU!!

Karena udah siang, kitapun mulai menjalaankan aksi. Anak2 diajak pulang. Dijalan kita ngeliat ada tukang es krim. Langsung deh pada blingsatan pengen beli. Sebelum rencana penyiksaan dimulai, kita nge-es dulu :D
Abis itu baru deh... gue sama dinda kebelakang cuci tangan. terus yang lainnya didepan, temasuk si nia. Kita berdua bisik2 tetangga ngerencanain aksi. Terus dateng deh si vista. Masuklah kita ke dalem kamarnya vista, mo nyiapin kopi + terigunya. Waah bentar lagi nih. Gue, dinda, sama vista ngendap-ngendap kayak maling takut dihantam warga.

Terus gue sms ciul biar ngebawa nia ke garasi, jadi kita langsung grebek dari belakang. Ternyata eh ternyata mereka malah duduk duduk di teras, gue, vista, dinda ngintip ngintip geje. bla bla bla

Akhirnya nia mau juga di ajak keluar. Tapi sayang, tuyul rese di depan rumah mulutnya rombeng banget. tereak tereak ! gagalin misi kita lu !. sempet ada kejadian tragis waktu dyna megangin nia. ngga tau apa, gue ngga liat :D

Pas mau di mandiin tepung + kopi, si nyanyot kabur, alhasil dinda dkk harus mengejarnya. Kalo gue mah tinggal nunggu hasil :D . karna buronan berhasil kabur, kita pun balik dan ngumpet di garasi. Di tungguin itu anak ngga nongol nongol, jangan jangan dia kabur nebeng ojek lagi, haha :D

Engga kok, dia balik, nia yang masuk ke ruang tamu, di giring dan di cekal oleh sodari dyna dan sodari ciul. di bawalah ia ke depan. kemudian .... bunyi tepung gimana sih ? BLURUK.. BRUUK.. UCEKUCEK... BYUR !! HAPPY BIRTHDAY NIA ! gue nyanyi dah tuh. Diikuti serangan pembelaan dari tersangka nia. Pakean kita pada kotor kotor, sampe kameramennya juga, hapenya juga deh, kecuali satu orang, DINDA. dari semuanya dinda yang paling bersih. curang lo din ! :p rencananya itu video mau di upload ke youtube. sapa tau di lirik terus di orbitin jadi artis :D

eh iya, disitu banyak orang yang ngelihatin loh, jadi maluuu...

Udah cukup penyiksaannya nia pun mandi. ngga cuma nia yg bersihin badan kita juga. habis itu pada ngumpul di ruang tamu. ngerundingin m2m. riweuh pisan ! lagi lagi bahasa sunda :D padahal kan yang ultah nia, kok yang ribut masalah m2m kita ya guys ? haha, emang dasar THE KOPLAK LADIES :p
pokoknya hari itu seru + asik abis deh. nyesel buat yang ngga ikut, hehe
sayang, hari udah siang. kita semua harus angkat kaki dari situ. ini kepala juga udah pusing banget. berhubung motornya cuma sebiji, cuma satu maksutnya. kita pun di antar ke jalan raya dengan cara di boncengin dua dua sama vista, mipil gitu.
kloter 1 dyna + ciul
kloter 2 gue, dinda, nia

vista + nia di boncengin sama tetangganya vista
sementara gue sama dinda naik motornya vista.
jalannya bener bener mantap ! kanan kiri banyak kolam kataknya, di tambah batu batu yang bejibun jumlahnya. itu jalan kayak muka yang banyak jerawatnya, iuuhh !
akhirnya sampalah kita di jalan raya. nungguin bis lama banget, tapi untungnya ada yang lewat, kita pun salam perpisahan sama vista. dadah bye bye muah muah :*
wkwkwk

terus pada naik deh ke bus, lumayan sepi tuh bus.
tarrraa sampai deh ke depan RS. kita semua turun. bilang makasih sama om bus nya anak anak "makasih oommm" "anak pinteeerrr" haha
karna waktu udah sore kita pun berpisah. dyna + nia nungguin angkot. sementara gue, dinda, ciul nyebrang dan pulang
kembali ke markas, ciul sama dinda nungguin jemputan di rumah gue, terus gue anterin mereka ke depan jalan, dinda pulang sama masnya. terus ngga lama ciul di jemput. gue balik kerumah
huh ! CAPEK BANGET ! tapi at least we can have fun guys, and this moment unforgetable ! :D

"HAPPY BIRTHDAY NIA !! WISH YOU ALL THE BEST. WE'LL LOVE YOU. HOPE THIS FRIENDSHIP TILL FOREVER !"

>LIBLUES
--------------------------------------------------------------

kangen banget hari itu, mungkin ngga ya bakalan ngerasain hari-hari kayak gitu lagi nanti ? gue rasa ngga mungkin deh, semakin bertambahnya umur kita bakalan semakin dewasa dan that's impossible thing to do it again. Keep freak ya guys :D missing you so much :*

Liblues - The story begin

Selamat malaaaaaammmmm...
sekarang udah ngga jamannya ngegalauin soal cowok! NO MAN NO CRY !(Y) 
blog gue bakalan gue warnain dengan cerita tentang sahabat-sahabat gue yg paling petcahh sepanjang masa :D
Gue nemuin mereka semua pas masuk SMP. Gak tau deh ya, kalo ngobrol sama mereka tuh rasanya seru banggets. Langsung aja deh ya, jadi gini ceritanya...

Pas jaman SMP dulu ngetren banget tuh yang namanya geng dikalangan murid-murid. Hampir semua anak punya geng masing-masing. Gue juga nggak mau kalah dongs. Gue jadiin deh tuh temen-temen yang biasa main bareng jadi satu geng. Sebenernya itu bukan geng sih, secara kita gak bikin rusuh dan keluar masuk BK. Karena mayoritas geng-geng di sekolah gue dulu tuh gitu, hobi labrak sana labrak sini. Kita tuh apa ya? Sekelompok gadis remaja ingusan yang suka nongkrong bareng dan belajar bersama.
Awalnya nama dari "geng" ala-ala kita nih Frandyzt (gitu sih kalo gak salah tulisannya). Bisa dilihat lah kadar ke-alay-an kita itu berapa. Frandyzt itu sebenernya gabungan dari nama kita sih. Pada saat itu mungkin kita semua kehabisan ide, atau emang gak punya ide.

Frandyzt tuh udah kaya band-band Indonesia tau gak, gonta ganti personil, lebih tepatnya hilang satu demi satu sih. Alesannya simple, kita beda kelas pas kenaikan kelas 8, dan punya temen baru. Tapi kita nggak bubar kok, biarpun keanggotaannya berkurang kita yg masih di dalamnya tetap solid :)

Nah, nama Liblues itu muncul pas gue kelas 8. Waktu itu gue merenung dan memikirkan nama apa ya yang bagus untuk menggantikan Frandyzt? Gue coratcoret buku, ngarang ini itu. Dan Liblues muncul jadi salah satu alternatif nama baru.

Terus gue inget waktu gue ngomong ke anak-anak soal nama baru kita tuh lagi kumpul di aula sekolah, hari jumat kalo nggak salah. Dan mereka setuju-setuju aja loh :D Mungkin kalian bingung, sebenernya Liblues itu apa sih? Kenapa gue ganti pake nama itu. Gue jelasin sejarahnya nih ya.

Liblues tuh singkatan sih sebenernya, Like a Blossom of Blue Roses. Tau deh tu inggrisnya bener apa kagak :D dalam bahasa Indonesia artinya "Seperti mekarnya mawar biru". Kenapa gue kasih nama itu? Pertama, karena gue dan temen-temen gue cewek jadi gue simbolin sebagai bunga, dalam hal ini mawar. Kedua, Kenapa harus mawar dan warnanya biru? Karena mawar itu wangi tapi dia berduri, dan warna biru karena menurut buku yang gue baca biru itu melambangkan kesetiaan. Jadi tuh kalo disatuin, mawar biru itu ibarat kaya persahabatan gue dan mereka. Cantik, harum, terkadang konflik muncul tapi selalu menjaga kesetiaan dan solid. Widiiiiiiiiiihhh ganas gak tuh :D

Dan sampai sekarang gue dan temen-temen gue emang masih solid, mau kenalan sama mereka? nih gue kenalin


Pertama, ada Dinda Sabrina C a.k.a Dindul, hai Dindaaaa..
cantik ya? Dia ini temen gue yang paling gokil. Sumpah kalo main gak ada dia itu rasanya ada yang hilang :D anaknya manis, ceplas ceplos kalo ngomong, peduli banget sama penampilan, freak, dia juga wise, terus hobi banget ngebully. Gue nih kadang suka dibully juga ama dia -_-
Gue paling suka kalo ini anak udah cerita, nggak cuma mulutnya doang yang kerja, tangan, kaki, mata, ekspresif deh pokoknya. Dia nih dulu sering cerita-cerita serem gitu, tapi kalo  dia yang cerita jadi gak serem lagi, lucu malah kadang :D Sampe sekarang gue kalo main ke rumahnya dia masih suka bingung, abis rumahnya masuk gang gitu, gangnya mirip-mirip lagi. Pokoknya kalo udah deket rumahnya dia, motor musti dipelanin, mata kudu jeli cari gang yang bener. Diantara semua temen-temen gue, dia nih yang paling sering sakit. Gampang kecapean orangnya. Note buat dinda supaya selalu jaga kesehatan yaaa :)
Kedua, Niant Avista R a.k.a Vista/Pispot, hai Vistaaaa...
Dia nih soulmatenya Dindul, dari dulu mereka sekelas mulu. Jadi lebih deket satu sama lain. Vista tuh orangnya koplak juga, ah temen-temen gue mah koplak semua. Dia juga suka cerita. Dia sekarang gendut, pahanya gede banget :P olahraga pot olahraga :D Dia yang rumahnya paling jauh sendiri, di Ds. Peguyangan. Ditengah hutan wks..
Tapi seriusan, rumahnya itu masuk ke hutan. Tapi ya bukan kaya suku dayak gitu. Cuma akses ke rumahnya nembus hutan. Dulu pas SMP gue sama anak-anak pernah main ke rumahnya dan jalan kaki selama satu jam kalo gak salah buat sampe di depan rumahnya. Gak kalah sama bolang kan? Gue punya transkrip perjalanan kami waktu itu, ntar gue pos deh. That's our wonderful trip ever deh pokoknya :D
Ketiga, Ini lady rocker kita Kania Z.P a.k.a Nia/Nyah, hai Nia....
Cewek item manis, yang suaranya ngebass serak-serak becek dan paling anti kopi. Ih padahal kopi kan enak tauk. Dia ini hampir setipe kaya gue, suka baca novel dan kalem-kalem gimana gitu :D
Dia nih wise banget, mengayomi kita semua :D Nia tuh punya adek cewek, namanya Embun tapi dipanggilnya Enes. Gak tau sih darimana asalnya, gak pernah nanya. Enes tuh kaya kloningannya Nia. Mirip sampe ke suara-suaranya juga.
Dia jago loh main musik sama nyanyi, gak heran sih Bapak Joko kan musisi, hihihi...
Bapak Joko tuh papinya dia, kalo ibunya nia tuh orang perpustakaan gitu, makanya di rumahnya banyak novel-novel. Seneng deh kayaknya jadi dia, dirumah banyak novel gitu. Gue sebenernya pengin pinjem, tapi males balikinnya :D
Keempat, Yulinar Rizky D a.k.a ii/Dama/Yul, hai ii...
Dia yang rumahnya paling deket sama gue. Di sekolah dia tuh dipanggilnya Dama, soalnya banyak banget yang namanya Kiky di sekolahnya. Biar gak ketuker-tuker gitu. Tapi gue sih manggilnya ii dari dulu. Dia tuh punya adek cewek namanya Chika, imut deh tu anak, ngegemesin. Papa mamanya ii tuh masih muda banget, udah gitu tipe orang tua yang trendi. Dulu ii sempet gak kumpul-kumpul sama kami, kita juga sempet lost contact sama dia. Tapi gak lama dia balik lagi :) Seneng deh pokoknya
Kelima, Dyna RNH a.k.a Dyna, hai Dyna...
Dia itu anaknya agak lola, suka susah nangkep omongan orang lain. Tapi akademiknya bagus, dia pinter. Kelasnya tuh tetanggaan sama gue. Pacarnya Dyna itu temen SD gue dulu, namanya Ibah. Orangnya gembul, tapi baik banget :)
Dyna juga dulu sempet menghilang, gue gak tau alesannya kenapa. Dia tertutup banget soalnya, gak pernah deh dia curhat ke kami kalo lagi ada masalah. Dia juga paling susah diajakin main. Pasti adaaaa aja halangan. Trus kalo main bareng tuh dia kebanyakan diemnya daripada ngomongnya. Kesannya kaya dia tuh asyik sendiri sama dunianya. Gue sih penginnya seru-seruan bareng gitu. Tapi ya semoga dilain waktu dia bisa berbagi kisah hidupnya sama gue dan anak-anak, Oke Dyn?
Keenam, Rizka Ayu Alifiani a.k.a Kika, holla kikaaa :)
Dia salah satu sahabat gue yang emang bener-bener pinter banget bikin kata-kata, atau puisi gituuu. dia juga bisa bikin cerita pendek. karya dia itu beeehh ngga ada duanyee. Dulu pas jaman-jamannya galau soal pacar, dia yang suka banget bikin puisi yang isinya paaaasss banget sama apa yang kita rasain. Langganan puisi dia sih sih Kania :D huehehehe. Terus kalo kita mau ngumpul2 gitu pasti janjiannya dirumah dia, soalnya dia satu2nya anak yang emang butuh tumpangan alias suka 'nebeng', selain itu ya emang rumah dia nyaman banget kalo buat kumpul2 gitchuu. Ntar gue buatin puisi lagi ya kikaaa :*
Keenam, Aulia Nurmala a.k.a Ciul, (gue)
Ini Gue, gue tuh sekarang di Jawa Timur, anak pesantren gitu yang pulangnya jarang banget. jadi jarang ketemu sama mereka.
Gue suka sama lagu-lagu luar sama kaya Kika. Dulu pas SMP gue juga sering seru-seruan lebih tepatnya alay-alayan sih bareng kika. Selera artis luar negerinya mirip-mirip lah sama kika pokoknya. Gue tuh anaknya kadang childish tapi menurut sahabat2 gue, gue itu asssiiikkk. Dulu rumahnya sering banget buat nongkrong. Nonton film lah, main-main lah. Soalnya rumahnya tuh cozy banget, sepi gitu. Jadi buat kami-kami yang kalo ketawa kedengeran sampe radius 100m tuh nyaman banget. Tapi gue tuh jarang kenal tetangga gue, mungkin karena gue lebih suka nelor di dalem rumah kali ya, ato ke rumah nenek gue. Adek gue banyak, 3 kalo nggak salah. Pokoknya kangen kangen kangen bangeett sama mereka semua. pengen ngumpul2 bareng lagi, gila-gilaan bareng, seru-seruan bareng, pokoknya kangeeeennn ({}) :*
Nah, itu tadi sahabat-sahabat gue yang selalu ngangenin. Ntar kalo udah pada kuliah, masih tetep solid ya? Ah pasti bakalan kangen banget deh kumpul-kumpul gitu. Ketawa bareng, becanda bareng, gila-gilaan bareng.
Semoga kita bisa awet sampe ntar-ntaran ya darl, pokoknya biarpun kita jauh-jauhan jangan sampe pecah-pecah.
Bunch of Love deh buat kalian semua. Mumumu :*

Kamis, 16 Januari 2014

Happy anniversarry :')

20 Januari

inget ngga ? itu anniv kita. aku kangeeeenn banget waktu itu. Kita jalan sama2, kita makan sama2, kita nonton sama2. Inget ngga ? aku kangen kamu. Tapi sekarang kamu ngga ada, ngga ada disini lagi, ngga ada sama aku, udah 2 tahun lebih kita bareng2 ternyata ngga ada artinya apa2 bagi kamu. Mungkin emang kita udah meredup, kita ngga bisa terang lagi. hubungan kita udah kekurangan cahaya. waktu itu kamu bilang masalahnya ada pada jarak, jarak, jarak, jarak. Jarak yang udah merenggangkan hubungan kita. kita udah ngga ada apa2nya lagi dibanding dengan jarak. mungkin jarak udah lebih kuat dari pada apa yang kita punya sekarang, atau mungkin kita udah sesimple ngga ngelihat bulan yang sama ?
aku berharap dengan berakhirnya note ini, aku sudah bisa melupakanmu.


HAPPY ANNIVERSARRY :")